Jumat, 03 Agustus 2018

Kenakalan Remaja Dan Persoalan Pendidikan Kita

Peristiwa kejar-kejaran antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dengan delapan pelajar yang terjadi di Kabupaten Muarabungo dikarenakan mereka bolos sekolah dan berada di warnet pada saat jam pelajaran berlangsung. Dari operasi yang dilakukan setidaknya enam dari delapan pelajar berhasil ditangkap dan dua lainnya berhasil kabur.

Kejadian di atas tentu perlu mendapat perhatian serius dari institusi pendidikan dan keluarga. Seharusnya, pada saat jam pelajaran siswa harus berada di lingkungan sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar, namun yang terjadi lain. Tindakan delapan pelajar tersebut merupakan puncak gunung es persoalan dunia pendidikan kita. Hal tersebut tidak hanya bisa diatasi dengan menyerahkan  kembali ke orang tua, di skors, ataupun diberikan bimbingan konseling dari guru. 

Problem dunia pendidikan kita memang sudah terlanjur karut-marut. Siswa-siswa yang meninggalkan kegiatan belajar mengajar dari ruang kelas menunjukkan lemahnya motivasi belajar mereka. Dan hal ini bisa disebabkan dari faktor guru yang kurang bisa menyampaikan materi pelajaran dengan menarik dan kreatif dan juga faktor lingkungan dan keluarga yang tidak mendukung mereka untuk belajar sungguh-sungguh.

Guru yang tidak mampu menyesuaikan metode dengan kondisi siswanya menjadikan hambatan bagi siswa untuk menyerap materi pembelajaran. Tidak bisa dipungkiri, kebanyakan guru di institusi pendidikan dari dasar hingga menengah hanya mengandalkan metode ceramah layaknya pengkhotbah dalam menjalankan tugasnya di kelas. Kreativitas yang minim dalam menglola kelas memang bisa membuat suasana menjadi membosankan dan tidak kondusif. Maka kreativitas guru agar peserta didik tertarik dan semangat mengikuti pelajaran memang mutlak dilakukan.

Persoalan lain adalah mindest para orang tua yang menganggap sekolah adalah pendidikan itu sendiri. Para orang tua menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan terhadap institusi dan tidak memberikan kontrol dan pendampingan yang proporsional terhadap anak. Peran orang tua dalam pendidikan anak justru sangat penting dan menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan pendidikan. Banyaknya orang tua yang abai terhadap perkembangan pendidikan anak mereka menjadi persoalan bertambah rumit. Hal lain yang tak kalah penting adalah kerjasama antara orang tua dan guru dalam proses pendidikan. Bentuk kerjasama itu bisa diwujudkan melalui komunikasi yang baik dan kontrol yang proporsional terhadap anak cum siswa mereka.


Muhammad Irfan
Peserta LK III HMI Badko Jambi


0 komentar:

Posting Komentar